Lintas Jaluko Jambi -MUARO JAMBI - Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Muaro Jambi resmi memulai pendistribusian Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun anggaran 2026 pada Senin (04/05/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kantor BPPRD ini dipimpin langsung oleh Sekretaris BPPRD, Mahyudi, didampingi Kabid P2D, Muhammad Reza Syah Johan. Turut hadir dalam agenda tersebut Kepala UPTD Samsat Muaro Jambi, Akmal, serta seluruh kolektor PBB tingkat kecamatan dan desa se-Kabupaten Muaro Jambi.
Target Capaian Rp 14,6 Miliar
Kepala BPPRD Muaro Jambi, Arian Safutra, mengungkapkan bahwa pada tahun ini pihaknya menyerahkan sebanyak 90.000
lembar SPPT PBB-P2 kepada wajib pajak melalui kolektor di setiap kecamatan. Total nilai ketetapan dari puluhan ribu lembar surat tersebut mencapai Rp 14,6 miliar.
Arian menekankan bahwa SPPT yang diserahkan memiliki peran krusial bagi keberlanjutan pembangunan daerah.
"SPPT yang kami serahkan hari ini bukan sekadar kertas. Namun, ini adalah salah satu upaya kita untuk mengoptimalkan pendapatan, yang nantinya akan digunakan untuk pembangunan Kabupaten Muaro Jambi," tegas Arian.
Senada dengan hal tersebut, Kabid P2D Muhammad Reza Syah Johan berharap penyerahan dokumen pajak ini menjadi awal yang baik untuk mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia optimis realisasi tahun ini dapat mencapai target, bahkan melampauinya.
Meski optimisme tinggi, proses penagihan di lapangan masih menghadapi tantangan klasik. Dalam sesi penyampaian tersebut, sejumlah kolektor kecamatan menyampaikan aspirasi serta apresiasi atas kinerja BPPRD yang semakin responsif.
Beberapa kendala yang dilaporkan para kolektor antara lain:
Data Ganda: Ditemukannya SPPT ganda untuk objek pajak yang sama.
Validitas Data Wajib Pajak: Adanya wajib pajak yang sudah meninggal dunia atau pindah domisili tanpa melakukan pembaruan data.
Menanggapi hal tersebut, BPPRD berkomitmen untuk terus melakukan pemutakhiran data agar proses penagihan lebih akurat dan meminimalisir piutang yang tidak tertagih di masa mendatang.(Red-feri)
Social Header