Muaro Jambi- Anggaran operasional Puskesmas di Kabupaten Muaro Jambi untuk tahun 2026 tercatat mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP), total anggaran untuk paket penyediaan layanan kesehatan untuk UKM dan UKP rujukan tingkat daerah kabupaten/kota mencapai Rp 16.995.229.000 pada tahun 2026.
Angka ini melonjak Rp 1.069.910.000 dibandingkan alokasi tahun 2025 yang berada di angka Rp 15.925.319.000.
Kenaikan anggaran yang menembus angka belasan miliar rupiah ini langsung mendapat sorotan tajam dari Aliansi Wartawan Siber Indonesia (AWASI) Kabupaten Muaro Jambi.
Ketua AWASI Kabupaten Muaro Jambi, Feriansyah menegaskan, bahwa besarnya anggaran negara yang dikelola Dinas Kesehatan harus dibarengi dengan transparansi yang ketat dan efektivitas pelayanan di lapangan.
"Kita bicara angka yang tidak sedikit, hampir Rp 17 miliar untuk operasional puskesmas. Sebagai kontrol sosial, kami dari AWASI meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi untuk transparan. Jangan sampai angka yang fantastis ini hanya menjadi rutinitas administrasi, namun tidak berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat kecil," ujar Feriansyah, Rabu 8 Juli 2026.
Feriansyah menambahkan, kenaikan anggaran tersebut harus bisa dijelaskan secara logis kepada publik. Ia menekankan perlunya rincian yang jelas mengenai alokasi dana tersebut, terutama terkait komponen yang mengalami peningkatan.
"Masyarakat berhak tahu untuk apa saja tambahan Rp 1 miliar lebih itu. Apakah untuk peningkatan insentif tenaga kesehatan, perbaikan sarana, atau pemenuhan obat-obatan?. Semuanya harus terbuka. Kami akan terus memantau pelaksanaan swakelola ini agar tidak terjadi penyimpangan yang merugikan keuangan negara," tegas wartawan senior yang dikenal tegas dan berani ini.
Lebih lanjut, Feriansyah juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap implementasi di tingkat Puskesmas. Menurutnya, meskipun sistem yang digunakan adalah swakelola, pengawasan tidak boleh kendor.
"Aliansi Wartawan Siber Indonesia Kabupaten Muaro Jambi akan terus memantau. Jika dalam perjalanannya nanti ditemukan kejanggalan atau ketidaksesuaian antara realisasi anggaran dengan kondisi di lapangan, kami tidak akan segan-segan untuk mendorong pihak berwenang melakukan audit menyeluruh," pungkasnya.
Sementara itu, hingga kini pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi belum memberikan tanggapan resmi terkait rincian detail penggunaan anggaran operasional puskesmas tahun 2026 tersebut."(Red)
Social Header