Lintas Jaluko Jambi, com.- MUARA JAMBI – Memasuki hari keempat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), SMA Negeri 8 Muara Jambi menggelar serangkaian kegiatan inovatif yang melibatkan dua elemen penting ekosistem sekolah: peserta didik baru kelas 10 dan para orang tua/wali murid. Langkah ini diambil guna membangun karakter siswa sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.
Di area lapangan sekolah, suasana tampak meriah dan penuh keakraban. Pihak sekolah, melalui panduan pengurus OSIS dan kakak-kakak senior, menyelenggarakan kegiatan outbound bagi seluruh siswa kelas 10. Kegiatan ini dirancang khusus untuk memupuk rasa kerja sama, kerukunan, dan semangat gotong royong antar-siswa melalui berbagai permainan edukatif yang menyenangkan. Masing-masing kelompok tampak bergembira menampilkan atraksi kreatif serta yel-yel motivasi yang membakar semangat belajar mereka.
Komitmen Bersama Orang Tua: Perangi Bullying hingga Judi Online
Sementara para siswa beraktivitas di lapangan, agenda penting lainnya berlangsung di ruang Aula SMA Negeri 8 Muara Jambi. Pihak sekolah bersama Komite Sekolah menggelar pertemuan tatap muka dengan para orang tua murid.
Pertemuan ini berfokus pada sosialisasi peraturan sekolah serta penandatanganan komitmen bersama demi keselamatan dan masa depan siswa. Ada beberapa poin krusial yang disepakati dalam pertemuan tersebut, di antaranya:
. Gerakan Anti-Bullying: Menolak keras
segala bentuk perundungan di lingkungan sekolah.
. Pencegahan Narkoba & Judi Online: Membentengi siswa dari bahaya narkotika (Napza) dan maraknya judi daring.
. Penolakan Geng Motor: Mengantisipasi
keterlibatan anak dalam geng motor guna mencegah aksi tawuran di tengah masyarakat.
Kepala Sekolah SMAN 8 Muara Jambi menegaskan bahwa pengawasan sekolah memiliki keterbatasan waktu, yakni mulai pukul 07.15 hingga 16.00 WIB. Oleh karena itu, waktu di luar jam tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak keluarga. Melalui pertemuan ini, diharapkan terjalin hubungan yang harmonis dan pemahaman yang sama terkait fungsi serta tugas masing-masing pihak dalam mendidik anak.
Sebagai langkah konkret untuk menjaga komunikasi interaktif yang berkelanjutan, pihak sekolah memanfaatkan wadah digital berupa grup WhatsApp khusus yang dinamakan "Pak Guru Pak SMA Negeri". Sarana ini diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi yang cepat dan efektif antara orang tua dan pihak sekolah dalam memantau perkembangan anak secara real-time."(Feri)
Social Header