Lintas Jaluko Jambi -Jambi- Kasus dugaan pengeroyokan yang menimpa seorang wanita muda bernama Rina Utari (23) mendadak viral di media sosial.
Korban diduga menjadi sasaran kekerasan oleh sejumlah oknum yang disebut-sebut bekerja sebagai tenaga perawat dan staf kebersihan atau cleaning service di RSUD Raden Mattaher, Jambi.
Dalam video yang beredar, Rina tampak terbaring lemas dengan kondisi memprihatinkan. Ia menunjukkan sejumlah luka fisik, mulai dari luka lecet hingga memar, yang tersebar di lengan serta bagian tubuh lainnya akibat aksi kekerasan tersebut.
Tak hanya itu, Rina juga menunjukkan potongan rambutnya yang rontok akibat dugaan tindakan beringas para pelaku.
Dengan suara lirih dan menahan isak tangis, Rina menceritakan penderitaan yang dialaminya.
"Badan saya semuanya sakit. Sekarang saya mau diurut karena tidak kuat menahan rasa sakitnya lagi," ujar Rina dalam video tersebut.
Berdasarkan dokumen Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) nomor LP/B/434/VII/2026/SPKT/POLRESTA JAMBI/POLDA JAMBI, insiden nahas ini terjadi pada Senin, 13 Juli 2026, sekitar pukul 15.00 WIB. Lokasi kejadian berada di kawasan Jalan Danau Sipin, RT. 21, Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi.
Pemicunya diduga sepele, yakni cekcok masalah sampah di depan rumah terlapor. Menurut keterangan korban kepada pihak kepolisian, peristiwa bermula saat ia berada di warung bersama kakaknya. Tiba-tiba, salah satu terlapor mendatangi mereka dan memarahi korban.
"Saat itu pelapor sedang berada di warung bersama kakaknya. Tiba-tiba salah satu terlapor datang dan memarahi pelapor serta kakaknya karena sampah yang berada di depan rumah terlapor," tulis dalam laporan tersebut.
Cekcok mulut yang terjadi di lokasi seketika berubah menjadi aksi brutal. Rina mengaku dianiaya oleh salah satu terlapor, yang kemudian disusul oleh anggota keluarga terlapor lainnya yang turut serta melakukan dugaan pengeroyokan.
Akibat dugaan pengeroyokan ini, Rina mengalami luka serius. Laporan menyebutkan korban merasakan sakit hebat di bagian kepala dan badan, serta luka lecet pada bagian punggung, lengan kanan-kiri, hingga paha kanan.
Tidak terima dengan tindakan kekerasan yang menimpanya, keluarga korban segera membawa kasus ini ke ranah hukum. Pihak Polresta Jambi telah merespons cepat dengan mengeluarkan Surat Permintaan Visum et Repertum yang ditujukan ke RS Bhayangkara Polda Jambi, guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Rina berharap aparat penegak hukum segera bertindak tegas dan menangkap para pelaku agar mendapatkan hukuman setimpal.
"Saya tidak mau pelaku ini tidak diberi hukuman yang setimpal. Saya ingin ada efek jera bagi pelaku dan agar tidak ada lagi kekerasan seperti ini di luar sana," tegas Rina.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman atas laporan tersebut. Sementara itu, pihak RSUD Raden Mattaher belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan oknum pegawainya dalam insiden ini."(Red)
Social Header